pengaruh bully terhadap kesehatan mental dan kepercayaan diri siswa

 Rancangan penelitian sederhana

•{Kelompok:6}

•{Nama}:

-kanaya

-Cindy

-kendi

- gesti

-Rafa h

-Andry


•{Pendahuluan}:


Bullying tidak hanya menyakiti secara fisik, tetapi juga merusak kesehatan mental dan kepercayaan diri siswa. Oleh karena itu, penting bagi sekolah, guru, dan teman sebaya untuk menciptakan lingkungan yang aman, saling menghormati, dan bebas dari perundungan.

•{Tujuan}:

Tujuan dari pengaruh bullying terhadap kesehatan mental dan kepercayaan diri siswa adalah untuk menimbulkan rasa takut, cemas, dan depresi, yang menyebabkan korban merasa tidak berharga, rendah diri, dan sulit berinteraksi sosial. Dampak ini dapat mengganggu kemampuan siswa untuk berkonsentrasi belajar, sehingga memengaruhi prestasi akademik mereka. 

•{Manfaat} :

Tidak ada manfaat dari bullying terhadap kesehatan mental dan kepercayaan diri siswa; sebaliknya, bullying memiliki dampak negatif yang signifikan, menyebabkan rendahnya kepercayaan diri, stres, kecemasan, depresi, kesulitan bersosialisasi, dan bahkan pikiran untuk menyakiti diri sendiri atau bunuh diri. Beberapa penelitian menyebutkan adanya kemungkinan korban dapat mengembangkan ketahanan, tetapi ini merupakan reaksi terhadap kondisi negatif, bukan manfaat dari bullying itu sendiri. 


•{Alasan Memilih}:

Memilih topik ini penting karena bullying berdampak buruk pada kesehatan mental dan kepercayaan diri siswa, serta dapat menimbulkan trauma jangka panjang. Memahami dampak ini membantu dalam pencegahan dan penanganan bullying, menciptakan lingkungan sekolah yang aman, dan mendorong siswa untuk menjadi lebih peduli terhadap orang lain. 

•{Hasil penelitian}:

1. Apakah kamu mudah bergaul dan Bersosialisasi dengan teman di sekolah ? 

•ya, 90% 

•tidak, 10% 

Kesimpulan: mayoritas siswa memiliki kemampuan sosial yang baik dan mudah beradaptasi dengan temen temen di sekolah. 

2. Apakah kamu takut pendapat kamu di tertawakan oleh teman teman kamu? 

•ya, saya merasa sangat takut 30% 

•tidak, saya merasa biasa saja 70% 

Kesimpulan: sebagian besar siswa cukup percaya diri dalam menyampaikan pendapat, meskipun masih ada sebagian kecil yang merasa takut di tertawakan. 

3. Apakah kamu merasa bahagia saat berada di sekolah? 

•ya, saya merasa bahagia 60% 

•saya biasa saja 30% 

•tidak, saya tidak merasa bahagia 10% 

Kesimpulan: umumnya siswa merasa bahagia di sekolah, walaupun ada sebagian yang merasa netral dan sedikit yang kurang menikmati suasana sekolah. 

4. Apakah kamu merasa malu ketika menjadi pusat perhatian? 

•ya, saya merasa malu dan tidak percaya diri 40% 

•tidak, saya merasa biasa saja dan tak peduli 60% 

Kesimpulan: sebagian besar siswa cukup nyaman saat menjadi perhatian orang lain namun masih ada yang merasa malu dan kurang percaya diri. 

5. Apakah kamu tetep merasa percaya diri setelah mendapatkan kritikan misalnya? 

•ya, saya tetep merasa percaya diri 50% 

•tidak, saya merasa jadi minder dan tak

 percaya diri 

•mungkin. 

Kesimpulan: mayoritas siswa memiliki tingkat kepercayaan diri yang baik meskipun menerima kritik,  namun sebagian kecil masih mudah merasa minder. 


Kesimpulan Umum:berdampak negatif signifikan pada kesehatan mental siswa, menyebabkan kecemasan, depresi, dan stres. Dampak ini juga merusak kepercayaan diri, membuat siswa merasa rendah diri, tidak berharga, dan menarik diri dari pergaulan. Kepercayaan diri yang rendah ini kemudian memengaruhi kemampuan mereka untuk fokus belajar, yang berpotensi menurunkan prestasi akademik mereka.

••Daftar pustaka:

https://journal.universitaspahlawan.ac.id/index.php/jkt/article/view/45671



Komentar